Selasa, 24 Agustus 2021

Mengetahui Seputar Permasalahan Siswa

BSJ


Jangan kira siswa tidak memiliki persoalan yang berat. Seorang siswa, ternyata sering dihadapkan sejumlah permasalahan terutama saat melakukan pembelajaran di sekolahnya. International High School Jakarta sangat memahami berbagai persoalan yang sering dihadapi siswa. Sebagai orang tua, Anda juga harus lebih mengerti kondisi sang buah hati.

Permasalahan yang dihadapi siswa sering kali muncul secara tiba-tiba. Hal ini yang sering membuat anak murung, malas bersosialisasi, hingga gejala depresi dini lainnya. Maka dari itu, orang tua punya peran penting untuk ikut menyelesaikan persoalan yang sering muncul di kehidupan para siswa.

Persoalan yang Sering Menimpa Siswa

Persoalan yang muncul pada siswa pernah dibahas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI. Dalam bukunya seri Pendidikan Orang Tua yang berjudul Mendampingi Anak Ketika Bermasalah, dikupas tuntas persoalan siswa seperti yang dikutip di kumparan.com berikut:

1.     Malas Berangkat Sekolah

Persoalan ini umum terjadi pada siswa semua jenjang. Rasa bosan pada siswa sering membuat mereka malas untuk berangkat sekolah. Penyebab lain malas ke sekolah adalah baru mengetahui ada tugas sekolah yang belum selesai saat pagi itu, sehingga akan muncul berbagai alasan agar tidak ke sekolah.

Penyebab malas ke sekolah lain biasanya karena ada mata pelajaran yang tidak disukai. Bullying juga bisa menjadi penyebab siswa malas ke sekolah, sehingga orang tua harus aktif bertanya pada buah hatinya terkait masalah yang membuat mereka malas untuk ke sekolah.

2.     Sulit Mencari Teman

Tidak semua anak pandai bergaul. Beberapa anak cenderung tertutup dan memilih untuk tidak bersosialisasi. Sulit mencari teman juga menjadi permasalahan banyak siswa. Mereka merasa teman-teman di sekelilingnya tidak cocok didekati.

Hal ini bisa dihindari dengan meningkatkan rasa percaya diri pada anak. Ajari anak untuk lebih berani tampil. Orang tua juga harus mau mendengarkan curahan hati mereka terkait alasan malas bersosialisasi. Bisa jadi, lingkungan anak yang kurang baik menjadi pemicunya.

3.     Jadi Ejekan Teman

Anak-anak sering mengejek teman sepermainannya tanpa mereka sadari dampak buruknya. Biasanya mereka refleks memanggil temannya dengan sebutan buruk. Hal ini jangan sampai dianggap sepele. Persoalan ini bisa dikategorikan perundungan verbal.

Orang tua bisa berperan untuk mengajari anaknya menghargai sesama, baik dari suku, agama, ras, dan bentuk fisik dia. Ajari anak sebagai orang pemaaf dan peminta maaf akan membuat dia lebih baik di lingkungannya.

4.     Sulit Memahami Pelajaran

Beberapa anak memiliki keistimewaan di bidang nonakademis, tapi kurang maksimal di bidang akademis. Dengan begitu, maka membuat mereka sulit memahami pelajaran yang diajarkan oleh guru. Persoalan ini sering membuat para siswa tidak percaya diri di lingkungan sekolahnya.

Orang tua bisa membantu anaknya untuk lebih menghargai kemampuan pada dirinya. Yakinkan pada anak bahwa setiap orang istimewa dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadikan kekurangan sebuah pelajaran dan jadikan kelebihan menjadi sebuah potensi atau bakat untuk meraih prestasi.